Kepiting Tapal Kuda, Sumber Daya yang Bernilai Tinggi dengan Warna Darah yang Unik

kepiting-tapal-kuda-berdarah-birukepiting-tapal-kuda-berdarah-biru

Kembali mencuat dalam perbincangan, kepiting tapal kuda menarik perhatian karena darahnya yang berwarna biru, sebuah fenomena yang jarang terjadi. Selain itu, dipercaya bahwa hewan ini memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.

Kepiting tapal kuda, yang diyakini telah ada selama lebih dari 300 juta tahun, sering disebut sebagai “fosil hidup” karena ketahanannya yang luar biasa selama berabad-abad. Meskipun memiliki penampilan yang mirip dengan kepiting prasejarah, kepiting tapal kuda sebenarnya lebih dekat hubungannya dengan kalajengking dan laba-laba. Mereka memiliki cangkang keras dan sepuluh kaki, yang digunakan untuk bergerak di dasar laut.

Baca Juga : Santai Serunya Memeriahkan Pengalaman Belajar Mengenai Capung Beragam Warna di Destinasi Rekreasi Jopuro Banyuwangi

Kunjungi : perancatoto

Kepiting tapal kuda betina biasanya lebih besar dari yang jantan, dengan ukuran tubuh yang bisa mencapai 18 hingga 19 inci. Berdasarkan taksonomi, hewan ini masuk dalam filum Arthropoda dan famili Limulidae. Ada beberapa jenis dan spesies kepiting tapal kuda, yang memiliki nama yang berbeda di berbagai daerah. Namun, mereka semua memiliki peran penting dalam ekosistem perairan, menjadi sumber makanan bagi beberapa hewan laut dan burung migran.

Salah satu keistimewaan utama dari kepiting tapal kuda terletak pada darahnya yang berwarna biru. Darah biru ini tidak hanya unik secara visual, tetapi juga memiliki nilai medis yang tinggi. Darah kepiting tapal kuda mengandung Limulus Amebocyte Lysate (LAL), yang digunakan dalam uji kelayakan obat dan vaksin medis. Sebelum ditemukannya LAL, uji kelayakan obat dan vaksin harus dilakukan dengan cara yang lebih rumit dan kurang efisien. Namun, dengan adanya LAL, proses ini menjadi lebih cepat dan efektif.

Meskipun memiliki banyak manfaat, kepiting tapal kuda menghadapi ancaman overeksploitasi dan kelangkaan. Setiap tahun, ratusan ribu ekor kepiting tapal kuda ditangkap untuk diambil darahnya, yang menyebabkan penurunan drastis populasi mereka. Penurunan ini tidak hanya mengancam kelangsungan hidup hewan tersebut, tetapi juga memiliki dampak ekologis yang luas, termasuk penurunan populasi burung dan gangguan pada ekosistem pantai.

Oleh karena itu, upaya konservasi yang serius diperlukan untuk melindungi kepiting tapal kuda dan memastikan kelangsungan hidupnya di masa depan. Ini termasuk mengatur praktik penangkapan dan memperkuat perlindungan hukum terhadap hewan ini.

Sumber : DetikEdu

Kunjungi : perancatoto

By Rara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *